Madah Seorang Hamba

Posted: September 10, 2008 in Life is Real, sastera

Bagaimana mungkin ku lafazkan setia,
Tatkala sungai yang cetek belum mampu kuredahi…

Mana mungkin untukku menggapai segala cita,
Sedang hutan belantara masih kugeruni…

Mampukah aku menjadi seorang hamba,
Apabila jiwa bergelora dahagakan duniawi…

Adakah aku benar-benar dianugerah keredhaan-Nya,
Sedang nikmat sebesar benua belum mampu kusyukuri…

Benarkah aku seorang pendusta,
Pendusta segala kepercayaan Ilahi,
Meninggalkan segala perintah yang hakiki,
Menjadikan larangan abadi sebatian diri…

Aku benar sang pencinta,
Takkan kupalingkan hatiku daripada-Mu Ya Rabbi…

Benar aku insan yang lemah tak bermaya,
Namun ku pasti kekuatan-Mu sentiasa di sisi…

Aku tidak mudah berputus asa,
Kerana aku berpegang kepada janji,
Janji yang terpateri saat kulahir ke muka bumi,
Untuk menegakkan panji ke-Esaan-Mu walau dikeji…

Aku mohon pada-Mu Yang Maha Berkuasa,
Kurniakan bagiku rasa hina dalam diri,
Aku tidak mahu mendongak tinggi,
Hingga kulupakan bahang api…

Aku tidak fasih berpujangga,
Hanya keikhlasan yang kutawarkan dari lubuk hati,
Belas kasih-Mu tidak akan kulupai,
Akan kuabdikan diriku sebagai pejuang yang sejati…

Perjuangan menuntut pengorbanan…
Kekuatan lahir dari kelemahan…
Kehinaan bersulamkan kemuliaan…

(Saat Ku Terkapai-kapai Mencari Hidayah Allah)

Jackster

Comments
  1. PeNciNtA_iLLaHi says:

    Ya Allah….moga Engkau m’permudahkan jalan kami (hambaMu) yang mencari redhaMu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s