TAHAJJUD PENGUBAT KANSER

Posted: May 17, 2008 in Psikologi

dengarkanlah obat hati-opick, tahajud sebagai salah satu dari 5 obat hati yang lain

Solat tahajjud ternyata tidak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapat tempat (maqam) terpuji disisi Allah tapi juga sangat penting bagi dunia perubatan dan kedoktoran. Munurut hasil penelitian Dr. Mohammad Soleh, dosen (dekan) IAIN (Institut Agama Islam NegerI) Surabaya, salah satu solat sunnah itu dapat membebaskan seseorang daripada serangan kanser.

Anda tidak percaya?

“Cubalah anda rajin-rajin solat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusyuk, dan ikhlas nescaya anda terbebas daripada infeksi dan kanser”, ucap Soleh.

Ayah dua anak itu bukan “tukang obat” jalanan. Dia melontarkan pernyataannya itu dalam desertasinya (kertas-kerja kajian projek untuk anugerah ijazah ) yang berjudul ‘Pengaruh Solat Tahajjud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan tubuh Imonologi’. Dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedoktoran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya. Selama ini, menurut Soleh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah solat tambahan atau solat sunnah. Padahal jika dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas, secara medis solat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M,G,A dan limposit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi (mengatasi) masalah yang dihadapi. Solat tahajjud yang dimaksudkan Soleh bukan sekadar menggugurkan status solat yang muakkadah (Sunnah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas (berterusan) solat, ketetapan gerakan, kekusyukan, dan keikhlasan. Selama ini kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis.

Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedoktoran. Ikhlas yang selama ini di pandang sebagai miseri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekrasi (pengeluaran) hormon kortisol. Parameternya (Pengukurannya), lanjut Soleh, bisa (dapat) diukur dengan kondisi (keadaan) tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nml/liter. Sedang pada malam hari atau pada selepas jam 12.00 malam normalnya antara 69-345nml/liter.

“Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan (dikenalpasti) orang itu tidak ikhlas kerana tertekan. Begitu sebaliknya”.

Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang mambantah paradigma (pandangan) lama yang menganggap pelajaran agama Islam semata-mata dogma (sesuatu ikutan yang termaktub yang tidak boleh dibantah) atau doctrin. (ajaran keagamaan)

Soleh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Persantren Hidayatullah, Surabaya. Daripada 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan melakukan solat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tingal 19 siswa yang bertahan solat tahajjud selama 2 bulan. Solat di mulai pukul 2.00-3.30 pagi sebanyak 11 rakaat, masing-masing 2 rakaat 4 kali salam dan tiga rakaat witir. Selanjutnya, hormon kortisol mereka di ukur di tiga laboratium (makmal) di Surabaya (Paramita, Prodia dan Klinika). Hasilnya ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menghadapi masalah-masalah yang di hadapi dengan stabil.

“Jadi solat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis (rohani) yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi (kawalan kesedaran). Dengan cara memperbaiki persersi dan motivasi positif dan coping yang efektif, emosi yang positif dapat meghindarkan seseorang dari stress,”

Nah, menurut Soleh, orang yang stress (tekanan) itu biasanya retan (mudah) sekali terhadap penyakit kanser dan infeksi. Dengan solat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki responimun (kesan) yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar daripada penyakit infeksi dan kanser. Dan, berdasarkan hitungan teknik medis menunjukkan solat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

“Maka dirikanlah Solat kerana Tuhanmu dan berkorbanlah”: (Al-Kautsar:2)

Sebuah bukti bahawa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahsia atas rahmat, nikmat, anugerah yang di berikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk masuk ke akal kita?

apiqi

penulis tamu from inside

Comments
  1. adam says:

    moge pada musim peperiksaan ni kite perbanyakkan tahajud agar Allah beri kekuatan dan kesihatan kepada kita untuk terus berjuang, ye ikhwah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s